APA ITU WEB MASTER ?


Ketika Frontpage 98 digembar-gemborkan sebagai sebuah editor HTML WYSIWYG yang bisa melakukan editing dan layout dengan pendekatan border equal 0. Seorang teman saya yang kebetulan lebih ke seorang desainer grafis mengatakan pada saya bahwa dengan demikian posisi webmaster sudah terancam. Saya tidak setuju kepadanya, yang saya pahami benar bahwa yang ia katakan ketika itu adalah “Saya kalau begini, ndak perlu kamu dong untuk membuat layout pada HTML”.

Jeff. Zeldman membakar kita dengan Web Standard, ibarat seperti gong, kepala teman saya itu dipukulnya dengan kata-kata “Cross browser”. — Dia pun kembali mencari saya. Saya bertanya kepadanya; jadi apa itu webmaster menurut anda? Jawabnya; seseorang yang mau mengurusi hal-hal yang tidak mau dia urus (sebagai desainer grafis). –Hal-hal yang bisa dialih tugaskan kepada software.
Terus terang, pola pendekatan teman saya itu, adalah pola yang sangat umum terjadi. Niscaya karena itu sekarang bila kita membaca lowongan pekerjaan IT pada Harian/Majalah Umum kadang kita temukan requirement seperti tahu HTML, Web, dan lain-lain pada posisi yang belum jelas menandakan bahwa nanti dia akan mengurus web melulu. Yang artinya men-tenderkan proyek web bagi perusahaan itu ingin dianggap tidak perlu; sebab orang IT-nya sendiri bisa. Itu tidak salah sama sekali, tapi juga sepenuhnya benar;
Iya, saya seorang penguna DreamWeaver, software bukan semata-mata musuh saya, saya menyukainya karena ia mempermudah pekerjaan saya. Namun anda harus bisa melepaskan DreamWeaver itu dan mengerjakannya code by code, dan bila tidak; maka memang sudah tidak dibutuhkan sekali untuk membuat sebuah images roll-over yang asyik.
Kita semua tentu berharap paham bila dengan adanya software-software tadi definisi webmaster tidak akan berhenti pada tukang coding html semata, karena sepertihalnya dalam pengadilan, para webmaster adalah para pengugat yang terus-menerus menyanyikan lagu bahwa kita sulit di-replace oleh software melalui eksepsi, replik dan lain-lain.
Banyak dari kita setia duduk didepan komputer lebih lama daripada siapapun juga demi menelurkan situs-situs menarik, membreak down sebuah database yang bahkan sepertinya tidak memiliki prospek skalabilitas; sementara diluar sana. Aceh masih bergolak, Ambon masih berdarah, dan banyak ISP di DDOS. Webmaster memiliki tingkat konsern sendiri dan masing-masing fokus tersendiri, dan ini tidak bisa digantikan dengan software apapun juga.
JADI APA ITU WEBMASTER?
Selena Sol mengambarkannya jelas sekali di WDVL . Bahwa seorang Webmaster adalah seorang yang melakukan hal-hal seperti:
• Membangun situs web (Building Websites)
• Membuat/mengisi kandungan situs web (Content Creation)
• Desain Arsitek terhadap kandungan tadi (Architectural Design),dan
• Tahu teknik penerapan (Implementation), tidak perduli software apapun yang ia gunakan, dan cara apapun yang ia halalkan.
Untuk membangun sebuah situs web, anda memerlukan web hosting. Sepertihalnya Toekangweb saya percaya pada Indoglobal.com , pemain lama, dan berpengalaman, terlebih dari itu mereka tidak menawarkan jasa Web-mastering. Saya sering bertanya kepada rekan-rekan di Indoglobal, mengapa mereka tidak menyediakan jasa web-mastering, jawabnya cukup sederhana; bahwa mereka memang bukan para web master.
Tetapi kalau kita mendiskusikan perihal membangun situs web tanpa mengingat perihal content, pekerjaan yang dilakukan Indoglobal.com; menginstall web dan kemudian meletakkan kode ”

Namadomain.com

” adalah pekerjaan webmaster juga. Dan programmer-programmer seperti M. Akbar atau Steven H. adalah juga webmaster, walau mereka ndak pernah mengurusi Gus Dur di bold, United di Italic. Karena ketika mereka mengetik print “Content type:” mereka sudah Mengisi kandungan situs web pada sebuah pages yang digenerated via sebuah program perl.
Karena perlu diingat kekuatan seorang webmaster bukan semata-mata terletak pada hal-hal tadi, tapi dari kemampuannya melakukan desain arsitek terhadap situs webnya — yang oleh Mas Saranto kerap disebuh “Graphical System”; mengimplentasi kemampuan webnya, program-program yang dijalankan di server, dan walaupun puyeng mengurusi masalah update(content update) ia, melakukannya.
Jadi Webmaster itu adalah? Mungkin perlu juga Penjelasan Selena Sol pada WDVL diatas dilengkapi dengan kata-kata “melakukan semua” hal-hal tadi.
BUKAN GELAR, BUKAN SEKEDAR JABATAN
Katakanlah ada sebuah perusahaan yang mengunakan core aktif teknologi Microsoft, dan ia tentu sangat salah bila ia memperkerjakan seorang webmaster yang doyan PHP dan sedikit anti terhadap ASP. Bagi perusahaan itu webmaster yang tidak mengerti ASP adalah momok. Begitu pula sebaliknya; bila seorang yang sangat percaya pada teknologi server Apache malah menginstall IIS 5.0 pada servernya. Memilih webmaster yang salah adalah sebuah momok.
Sampai sekarang saya tidak mengerti bagaimana Macromedia Flash itu bekerja, karena memang dia tidak mengawali dirinya dengan kode , jadi saya bukan Web Master? Tentu bukan bila ia adalah sebuah site berbasis flash.
Bagaimana dengan seorang yang setiap melihat hasil kerja 40 jam seseorang lalu mengatakannya “Ah saya bisa bikin macam-macam itu di Frontpages. Tinggal dipakaikan hover button saja kan?”. Apa dia juga bisa disebut webmaster? Tentu bisa, bila ia percaya itu sudah cukup dan sudahlah saya tidak ingin mempeributkannya lagi.
Begitu juga mereka yang tidak tahu arti $t++, apa mereka bisa disebut webmaster? Tentu bisa, karena situs itu mengunakan 1 baris kode Perl pun tidak.
Istilah webmaster itu bukan pemberian seperti gelar Master Magister, atau Master-master lainnya(termasuk Drunken Master). Itu hanya istilah bagi mereka yang melakukan semua hal yang Selena Sol sebutkan. Ini adalah sebuah jabatan/posisi untuk mengurusi situs web, dan itu artinya benar-benar seperti arti “Master” yang sesungguhnya; seperti “Dokter” pada “Docter Dolittle”. Hanya saja bila menuruti kamus bahwa istilah Master itu adalah tidak ada yang dapat menyuruh-nyuruhinya –selain intensitas dan moralnya, Maka Web Master bukan sekedar pengurus web, tetapi orang yang punya kuasa atas web.
Dan orang-orang di Web Hosting Indoglobal tadi bisa disebut webmaster juga? Mereka toh punya kuasa untuk melakukan chmod 000 pada sebuah roots. Bisa iya, juga bisa tidak. Toh, mereka tidak pernah mengakui atau menyebut dirinya seorang webmaster — paling tidak belum serajin saya dan manusia-manusia lain via Toekangweb. Dan, kita menyebut diri kita Webmaster hanya karena kita pernah/sedang menjabat sebuah posisi webmaster pada sebuah site, personal homepages sekalipun.
Pernahkah anda bernorak-norak menulis jabatan webmaster pada kartu nama anda? atau pada sebuah acara reuni menjelaskan bahwa anda sekarang telah bekerja disebuah perusahaan sebagai seorang webmaster?
Saya pernah. Dan, anda tahu itu adalah hal yang ternyata lebih sulit dipahami oleh masyarakat umum. Anda bahkan tidak dapat membayangkan betapa menyesatkannya itu, takala begitu tahu anda seorang web master mereka malah minta belajar dari anda. Sepertihalnya Jackie Chan bertemu dengan Drunken Masternya lalu belajar menjadi Drunken Master juga. Maka tidak heran masih banyak yang menulisnya dengan bahasa seperti “IT Manager” –walaupun bila diubek-ubek dikamusnya pula artinya belumlah sekeren dan sehebat Webmaster.
Makna Web Master itu akan begitu terasa bila anda menerima surat dari webmaster@sebuahdomain.or.id? Karena disitulah web master mulai dipahami. Ialah seorang yang menerima input atas situsnya dan melakukannya bila ia anggap perlu dan bisa ia lakukan. Ia pengurus web; seorang yang punya kuasa atas web. Dan atas itulah ia memiliki kewajiban untuk mempertahankan kekuasaannya di situs itu. Jadi buktikan kalau anda adalah seorang web master, sekalipun anda bahkan tidak memiliki kekuasaan atas situs anda itu.
REDEFINISI WEBMASTER
Penjelasan Selena Sol di WDVL menurut saya untuk membuat pembacanya mengerti terhadap sebuah definisi webmaster yang baik. Dan menurutnya webmaster yang baik mengerti akan hal-hal sebagai berikut:
• Visual Design. Tidak perduli ia mengunakan software apa untuk membuat “glowing flaming logo type”, tidak perduli ia mengunakan Notepad, Frontpage, atau apa saja untuk menghasilkan sebuah layout menarik.
• Pengetahuan Managerial, sebab ia akan duduk berjam-jam berdiskusi dengan para Kepala Penjualan, Brand Manager, Pemilik perusahaan, dengan segala macam konsern yang ada dihadapan mata, dan yang tersembunyi dalam ketakutan-ketakutan yang mungkin timbul. Dan, setelah itu ia harus berhadapan lagi sekelompok orang yang ditugasi mengurus masalah update, dan mereka harus anda buat memahami apa yang telah ia kerjakan siang-malam selama berminggu-minggu kemarin.
Dalam penjelasan Selena Sol itu, kita juga diminta untuk memahami bahwa situs web itu adalah sesuatu yang kompleks, dan kadang istilah webmaster itu adalah julukan untuk sebuah team, dan bukan seorang saja. — dan mudah berpindah tangan, untuk alasan bahwa situsnya memerlukan “refreshment”. Maka boleh dong saya menambahkan satuhal;
• Mau dan responsible terhadap input yang ia terima. Sekalipun walau dalam usaha mempertahankan ke-“web master”annya, ia terpaksa belajar lagi sebelum di-lengserkan oleh para pengunjung yang sepi.
Saya percaya istilah web master itu diberikan kepada orang yang kerjanya mengurus web agar ia menerima keluh kesah para pengunjungnya yang cuman punya pilihan Next, Previous, select, search, dan yang terakhir dan penting adalah “asking”, dan anda (web master) punya pilihan “changing”.

–Oleh : TACoen.–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: